Blog Sastra

Selamat Datang

Ini puisiku, kemari, mari berbagi

Minggu, 07 November 2010

Debu Angkasa


Rembulan berkata padaku tentang debu yang lain
Yang mengawang tapi tak mengendap
Yang tak dapat juga kau raba bahkan kematian
Debu angkasa, langlang buana yang mencapainya

Segera sayapku membara membakar cahaya utara
Sorotnya terbakar ikut imbas, berantas lipatan batas
Jauh sudah. Bubuk semangatku telah
Debu angkasa, aku tak genggam kau dalam raih
Dalam atmosfer himpit dua dunia, aku membeku  

Anginnya kuhirup, airnya kutegak
Aku bicara, bahasa tak menggema
Ini bukan angkasa

Dari bumi aku terlampau jauhnya

Lebur jadi serpih debu angkasa
Atau balik terjerembab, hancur belulang berserakan
Sedang aku enggan ikut membenam
Bersama mayat dan bangkai yang mematahkan sayapnya


Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar