Rembulan berkata padaku tentang debu yang lain
Yang mengawang tapi tak mengendap
Yang tak dapat juga kau raba bahkan kematian
Debu angkasa, langlang buana yang mencapainya
Segera sayapku membara membakar cahaya utara
Sorotnya terbakar ikut imbas, berantas lipatan batas
Jauh sudah. Bubuk semangatku telah
Debu angkasa, aku tak genggam kau dalam raih
Dalam atmosfer himpit dua dunia, aku membeku
Anginnya kuhirup, airnya kutegak
Aku bicara, bahasa tak menggema
Ini bukan angkasa
Dari bumi aku terlampau jauhnya
Lebur jadi serpih debu angkasa
Atau balik terjerembab, hancur belulang berserakan
Sedang aku enggan ikut membenam
Bersama mayat dan bangkai yang mematahkan sayapnya
Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar