Blog Sastra

Selamat Datang

Ini puisiku, kemari, mari berbagi

Minggu, 07 November 2010

I.

Jika tiada yang tersisa, matahari yang kutitipkan padamu
Biarkan aku saja yang terus menyimpan sisa cahayanya
Sampai ke tanah kuburan, lalu kuceritakan semuanya kepada Tuhan
Tuhan, aku mencintainya

II.

hawa dingin mencari pori-poriku yang terbuka
dia ingin aku merasakannya
kesendirian yang dia bawa dari utara
inginnya melempar tangis
lirih sekali

 III.

Jangan kau datang sekarang
Aku sedang tak ingin ambil peduli
Ambil saja sendiri
Nyanyi di kerasnya dingin, mungkin ini reffrainnya
Selonjorkan kaki dengan bahu yang bersandar pada tembok usang

Rasanya aku ingin membunuh kalian semua dahulu
Namun setelah ini kumau kalian hidup kembali
Sebentar saja, aku ingin abadi


IV.


matahari menembus raga, ruhku terlepas
menari-nari, menjelma alam

V. 

dan jika kau tahu akulah malam yang dibaptis senja
siang telah berlalu, pagi pun akan kutelan


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar