Seperti enggan menghinggapi tubuhku lagi
Berlarian pergi ke tempat dia merasukiku
Pikirnya mata airku habis, mungkin juga kecewa
Oleh tubuh kerontang, sedangkan dahaga kehidupan mereka tumpah
Kembalilah kawan setelah sempat kau berpulang
Aku adalah rumahmu yang kau tamfikan
Menjadilah satu kembali jadi bait yang luas,
Larik menggelitik atau larik menggetarkan
Ketika sinar matahari masih bisa kau genggam
Ketika itu menunjukanmu arah jalan ke rumah yang kau tamfikan
Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar